semua untuk satu
Minggu, 18 Mei 2014
Minggu, 15 Desember 2013
SAMPAH JADI MAINAN DIJUAL DAPET DUIT
Judul post diatas saya tulis bukan dengan tanpa alasan, karena kebutuhan akan plastik tidak akan pernah berhenti. Lihatlah sekeliling anda, banyak sekali peralatan yang kita gunakan dari bahan plastik. Begitu juga dengan bahan bakunya tersedia melimpah dari limbah/sampah yang kita buang sehari hari.
Limbah plastik yang dijual ke pengepul barang bekas bisa digiling menjadi cacahan plastik yang memiliki nilai jual tinggi.
Contoh hitungan sederhana:
Harga beli plastik dari pengepul saat ini berkisar Rp 4500/kg --> harga jual setelah giling Rp. 7000/kg.
Jika anda memiliki satu unit mesin dengan kapasitas 1 ton saja/hari akan menghasilkan:
Harga beli : 1000 kg x Rp. 4500 = Rp. 4.500.000
Dikurangi penyusutan stlh giling 15% = 850 kg
Harga jual : 850 kg x Rp. 7000 = Rp. 5.950.000
Laba kotor = Rp. 1.450.000/hari
Dengan kondisi mesin yang prima anda pasti bisa produksi 6 kali seminggu atau 7 kali jika hari minggu jg kerja :)
Untuk menambah sumber inspirasi anda, coba googling kisah Mohammad Baedowy dan John Pieter. Mereka adalah contoh orang-orang yang duluan sukses di bidang daur ulang plastik.
![]() |
| Gambar. Beberapa contoh barang plastik |
![]() |
| Gambar. Sampah Plastik |
| Gambar. Mesin Giling Plastik |
![]() |
| Gambar. Hasil/cacahan gilingan plastik |
Contoh hitungan sederhana:
Harga beli plastik dari pengepul saat ini berkisar Rp 4500/kg --> harga jual setelah giling Rp. 7000/kg.
Jika anda memiliki satu unit mesin dengan kapasitas 1 ton saja/hari akan menghasilkan:
Harga beli : 1000 kg x Rp. 4500 = Rp. 4.500.000
Dikurangi penyusutan stlh giling 15% = 850 kg
Harga jual : 850 kg x Rp. 7000 = Rp. 5.950.000
Laba kotor = Rp. 1.450.000/hari
Dengan kondisi mesin yang prima anda pasti bisa produksi 6 kali seminggu atau 7 kali jika hari minggu jg kerja :)
Untuk menambah sumber inspirasi anda, coba googling kisah Mohammad Baedowy dan John Pieter. Mereka adalah contoh orang-orang yang duluan sukses di bidang daur ulang plastik.
Langganan:
Komentar (Atom)


